BAHASA DAN SPIRITUALITAS DALAM NASKAH IJAZAH AL-NAQSYABANDIYAH: Tradisi Tarekat Minangkabau dalam Khazanah Islam Nusantara
Rp. 65.000
Penulis: Isma Darma Yanti
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 184
ISBN: 9786231618146
Sinopsis:
Bagaimana sebuah naskah menyimpan jejak perjalanan ilmu, spiritualitas, dan kehidupan sosial sebuah masyarakat? Di balik lembaran Naskah Ijazah Al-Naqsyabandiyah tersimpan kisah tentang guru dan murid, tentang sanad dan amanah, serta tentang bahasa yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk cara manusia memahami dirinya, sesamanya, dan Tuhannya. Melalui pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik, buku ini menyingkap bahasa bekerja dalam tradisi tarekat: membangun pengalaman spiritual, melegitimasi otoritas keilmuan, serta mewariskan nilai-nilai kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Berangkat dari sebuah manuskrip yang diwariskan dalam lingkungan keluarga, kajian ini membuka hubungan yang erat antara bahasa, agama, budaya, dan praktik sosial dalam masyarakat Minangkabau. Lebih dari sekadar dokumen keagamaan, Naskah Ijazah Al-Naqsyabandiyah merupakan bagian dari warisan intelektual Islam Nusantara yang merekam perjumpaan antara tradisi lokal dan jaringan keilmuan Islam yang lebih luas. Melalui naskah ini, pembaca diajak menelusuri perjalanan sebuah sanad keilmuan yang melahirkan surau, jaringan murid, serta tradisi pengajaran yang bertahan lintas generasi. Buku ini tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Ia mengajak pembaca merenungkan bagaimana ilmu diwariskan, bagaimana otoritas dibangun, bagaimana tradisi dipelihara, dan bagaimana nilai-nilai spiritual tetap hidup di tengah perubahan zaman. Pada saat yang sama, buku ini menunjukkan bahwa manuskrip bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan ruang penyimpanan ingatan kolektif yang terus memberi makna bagi kehidupan masa kini. “Di antara tinta yang mulai pudar dan kertas yang menua, tersimpan jejak manusia-manusia yang menempuh jalan ilmu dan jalan pengabdian. Mereka telah pergi, tetapi warisan yang mereka tinggalkan masih berbicara. Buku ini merupakan ikhtiar untuk mendengarkan kembali suara itu, sekaligus menghadirkannya ke dalam percakapan keilmuan masa kini”.
.jpg)







