SURVEILANS BUKAN SEKADAR MENGISI LAPORAN Cara Mengubah Data Menjadi Aksi yang Menyelamatkan Masyarakat
Rp. 200.000
Penulis: Dr. Dr. Rosidi Roslan, S.IP., SKM., S.H., MPH., M.Si., M.AP., M.H.
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 273
ISBN: 00
Sinopsis:
Dalam praktik di berbagai organisasi, pelaksanaan surveilans kerap direduksi menjadi aktivitas administratif berupa pengisian, pemeriksaan, dan pengiriman laporan. Akibatnya, ketika kepatuhan terhadap kelengkapan dokumen dijadikan indikator keberhasilan yang dominan, data hanya terkumpul dalam jumlah besar tanpa memberikan pengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan maupun perbaikan pelayanan. Jadi intinya, persoalan utamanya tidak hanya terletak pada keterbatasan data, tapi terutama pada terputusnya keterkaitan antara proses pengamatan, penafsiran, kewenangan, tindakan, dan pembelajaran. Pendekatan praktis untuk memulihkan keterkaitan tersebut ditawarkan melalui buku Surveilans Bukan Sekadar Mengisi Laporan: Cara Mengubah Data Menjadi Aksi yang Menyelamatkan Masyarakat. Buku ini tidak membangun harapan bahwa seluruh data akan selalu sempurna atau setiap keputusan dapat ditetapkan tanpa ketidakpastian. Disisi lainnya, pembaca diarahkan untuk bekerja dengan penalaran yang lebih tertib dan transparan, mulai dari menilai kelayakan data, membaca pola secara hati-hati, memisahkan fakta dari asumsi, mengenali kelompok manusia yang mungkin tidak terlihat dalam angka, memperhitungkan risiko penundaan, membandingkan alternatif, hingga merumuskan keputusan sesuai batas kewenangan. Pemahaman mengenai surveilans sebagai sistem perlindungan dibangun secara bertahap setelah pembaca terlebih dahulu diajak meninggalkan pandangan bahwa laporan merupakan tujuan akhir. Setiap bab mengembangkan kemampuan untuk menilai mutu data, menemukan makna dari informasi, memverifikasi sinyal, menerjemahkan temuan menjadi rekomendasi, mengomunikasikan ketidakpastian, mengawal pelaksanaan, serta menilai hasil. Perhatian tidak hanya diarahkan pada analisis, tapi juga pada pekerjaan yang sering terabaikan, yakni menentukan pihak yang berwenang mengambil keputusan, membagi tanggung jawab, menetapkan waktu peninjauan tindakan, dan memastikan sistem mampu belajar ketika hasil belum sesuai dengan harapan. Berbagai perangkat pendukung juga disediakan untuk memudahkan pembaca menerapkan gagasan dalam buku, antara lain Kanvas Data Menjadi Aksi, instrumen pemeriksaan cepat kualitas data, peta ketidakpastian, matriks penentuan prioritas, format penyusunan rekomendasi, rencana aksi, papan pemantauan, alat refleksi, paket berdasarkan peran, serta panduan pelaksanaan rapat dan fasilitasi. Seluruh perangkat tersebut dirancang untuk menunjang diskusi tim, kegiatan supervisi, orientasi petugas, rapat evaluasi, lokakarya, dan pembelajaran kelompok, tanpa menjadikan buku ini sebagai modul pelatihan formal. Secara langsung, manfaat buku ini terlihat pada kemampuannya membantu tim menyelenggarakan pembahasan yang lebih sistematis, mengungkapkan ketidakpastian secara terbuka, memperjelas batas kewenangan, serta memastikan bahwa setiap keputusan diikuti oleh tindak lanjut yang dapat dipantau. Penyatuan antara penalaran berbasis data, pertimbangan etis, komunikasi, kewenangan, dan pelaksanaan ke dalam satu rangkaian kerja menjadi karakter utama yang membedakan buku ini. Sasaran pembacanya mencakup petugas surveilans, pengelola program, analis, supervisor, pimpinan, tenaga kesehatan masyarakat, pengelola fasilitas, dan mitra lintas sektor yang ingin memastikan bahwa laporan tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tapi benar-benar digunakan sebagai landasan bagi tindakan yang lebih bertanggung jawab.








