TRANSFORMASI EKONOMI UMAT MELALUI OPTIMALISASI ZIS PRODUKTIF
Rp. 65.000
Penulis: Muh. Darwis, S.Ag., M.Ag., C.M., Dr. Muhammad Alwi, S.Sy., M.E.I.
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 240
ISBN: 00
Sinopsis:
Transformasi Ekonomi Umat melalui Optimalisasi ZIS Produktif hadir dari kegelisahan terhadap masih kuatnya persoalan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di tengah besarnya potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Buku ini mengajak pembaca melihat ZIS tidak hanya sebagai instrumen bantuan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi sebagai kekuatan strategis untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat. Pergeseran dari pola distribusi yang dominan konsumtif menuju pendekatan produktif menjadi penting agar dana ZIS mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan kapasitas mustahik, dan menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Buku ini membahas ZIS produktif melalui perspektif ekonomi Islam, pemberdayaan masyarakat, kemandirian ekonomi, modal sosial, pembangunan berkelanjutan, serta tata kelola kelembagaan. Mustahik tidak lagi ditempatkan sebagai objek penerima bantuan, melainkan sebagai subjek yang memiliki potensi untuk berkembang. Karena itu, pembiayaan usaha perlu diintegrasikan dengan pelatihan, pendampingan, mentoring, inkubasi bisnis, penguatan jaringan sosial, serta tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah ZIS dari sekadar mekanisme distribusi menjadi instrumen pemberdayaan dan transformasi sosial-ekonomi. Pada akhirnya, buku ini menawarkan cara pandang bahwa optimalisasi ZIS bukan hanya persoalan menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi bagaimana menciptakan dampak yang mampu mengubah kehidupan mustahik. Dengan pengelolaan yang profesional, inovatif, berbasis kebutuhan, partisipatif, dan berkelanjutan, ZIS memiliki potensi menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun ekonomi umat yang mandiri, produktif, inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Buku ini relevan bagi akademisi, mahasiswa ekonomi Islam, pengelola BAZNAS dan LAZ, praktisi filantropi, pemerintah, serta pemerhati pemberdayaan masyarakat.








