REMAJA SEHAT BEBAS STUNTING

Rp. 65.000

Penulis: Iriyani K., Ratih Wirapuspita Wisnuwardani, Nurul Afiah, Nastitie Cinintya Nurzihan

Panjang: 23

Lebar: 15

Halaman: 74

ISBN: 00

Sinopsis:

Buku remaja sehat bebas stunting merupakan buku untuk memberikan pemahaman kepada remaja agar bebas stunting. Masa remaja merupakan fase kehidupan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Masa remaja berada pada kelompok usia 10- 19 tahun. Remaja dihadapkan pada tiga beban permasalahan gizi, yaitu gizi kurang, gizi lebih, dan defisiensi mikronutrien. Seperempat remaja mengalami stunting, satu dari tujuh remaja mengalami kelebihan berat badan, dan satu dari tiga remaja menderita anemia. Anak laki-laki lebih besar kemungkinannya mengalami stunting. Sementara itu, anak perempuan lebih banyak menderita anemia. Stunting menggambarkan kondisi “gagal tumbuh kembang” pada anak yang sebagian besar terjadi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Stunting disebabkanoleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dalam jangka waktu lama, dan kurangnya stimulasi psikososial Dampak jangka pendek dari gizi buruk adalah terganggunya perkembangan otak, antara lain terganggunya kemampuan fungsi intelektual anak secara terus menerus, gangguan pertumbuhan fisik atau gangguan pertumbuhan tinggi badan, serta gangguan perkembangan organ metabolik yang menyebabkan gangguan metabolisme glukosa, lemak, protein, hormon, reseptor, dan gen. Dampak jangka panjang dari gizi buruk antara lain menurunnya kemampuan berpikir (kognitif) dan menurunnya kemampuan menyerap pelajaran pada usia sekolah (penurunan prestasi belajar), mengalami hambatan pertumbuhan sehingga mengakibatkan stunting, penurunan imunitas sehingga anak mudah sakit dan berisiko tinggi mengalami penyakit tidak menular. Remaja putri yang mengalami anemia akan mengalami gangguan tumbuh kembang sehingga berisiko menjadi ibu pendek dan ibu pendek berisiko melahirkan anak stunting. Mengabaikan kebutuhan gizi pada remaja dapat menimbulkan banyak permasalahan yang berdampak pada rendahnya kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, remaja perlu memahami dan mempraktikkan pola hidup gizi sehat dan seimbang sebagai upaya agar status gizinya tetap baik, sehat, dan remaja bebas stunting.

Baru saja ditambahkan
  • Belum Terbit
KEBIJAKAN ADMINISTRASI KESEHATAN INTERMEDIATE: Struktur, Proses, dan Evaluasi
Dr .Yunita Theresiana, SE, SKM, M.Kes
    Rp. 124.000
  • Belum Terbit
  • Belum Terbit
MEMBANGUN ATLET TAEKWONDO UNGGUL (Panduan Tes dan Pengukuran Fisik Berbasis LTAD)
Yuniar Deki Ardani, Lailla Dea Tuzahra, Nanda Zulfa Nuraihan, Anton Surya Wijaya, Mochamad Dzulfiqar Fatchul Ashari
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
KUNCI SUKSES MEMILIH PERGURUAN TINGGI KESEHATAN BERKUALITAS
Nana Noviada Kwartawaty, Albertus Setyo Sumargo, Bagus Ananta Tanujiarso, Deasy Virka Sari, Mianti Nurrizky Sutejo
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
MERAJUT CAHAYA DI SENJA KELAM Kisah Para Lansia Marjinal di Pelosok Desa
Miftahul Khoiriyah, Muklis Sanjaya
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
INOVASI PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH Strategi dan Implementasi Pengembangan Menuju Madrasah Unggul
Hamzah, Asri Maulida Ramadhani, Indra Maulana Harahap, Rafida Rasyid, Seri Artina, Nurul Mahruzah Yulia, Nurzakiah Simangunsong, Hirawati, Nelly, Eka Zul Wahyudi, Heri Munte, St. Nurhafsa Jalil, Hadi Susiono, Zulfitrah Akbar, Muflihaini, Fauzi Fahmi
    Rp. 65.000
Chat dengan kami di Whatsapp!
Hi, ada yang bisa kami bantu?